SISTEM PENGENDALI KEUANGAN DAN OPERASIONAL
Sistem pengendalian keuangan diterapkan Perseroan dengan cara menyediakan informasi keuangan bagi setiap tingkatan manajemen, para pemegang saham, serta pemangku kepentingan yang dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Sistem ini dapat digunakan oleh manajemen untuk merencanakan dan mengendalikan operasi Perseroan.
Sementara itu, sistem pengendalian operasional dilakukan dengan cara menerapkan kebijakan dan prosedur yang secara langsung digunakan untuk mencapai sasaran dan target serta menjamin atau menyediakan laporan keuangan yang tepat serta menjamin ditaatinya atau dipatuhinya hukum dan peraturan.
KERANGKA SUSTEM PENGENDALI INTERN
Perseroan memiliki sistem pengendalian intern yang sesuai dengan kerangka kerja yang diakui secara internasional, yakni Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO). Menurut COSO, sistem pengendalian intern merupakan proses yang melibatkan Dewan Komisaris, Direksi, serta personil lainnya. Hal ini sejalan dengan sistem pengendalian intern yang ada di Perseroan yang terus membangun sistem kontrol organisasi dengan melibatkan seluruh sumber daya yang ada.
Perseroan berpendapat bahwa sistem pengendalian intern bertujuan untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga tujuan berikut ini:
- Efektifitas dan efisiensi operasi
- Keandalan pelaporan keuangan
- Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Perseroan memandang bahwa pengendalian intern merupakan rangkaian tindakan yang mencakup keseluruhan proses dalam bisnis Perseroan. Pengendalian intern berada dalam proses manajemen dasar, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Komponen sistem pengendalian intern di lingkungan Perseroan antara lain terdiri dari:
- Lingkungan pengendalian (control environment) yang meliputi integritas, nilai etik, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan bisnis sesuai dengan arahan manajemen.
- Penaksiran risiko (risk Assessment) yang bertujuan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko- risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas bisnis Perseroan.
- Aktivitas pengendalian (control activities) yang senantiasa dilakukan dalam menentukan kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan bisnis Perseroan tercapai.
- Informasi dan komunikasi (information and communication) yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan bertukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasional Perseroan.
- Pemantauan (monitoring) dengan tujuan untuk menilai mutu kinerja Perseroan. Hal ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya.
Kesesuaian dengan standar CoSo




EVALUASI EFEKTIVITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN
Efektifitas sistem pengendalian internal Perseroan tercermin dalam tiga proses yaitu:
1. Proses level Entitas
Terealisasinya peningkatan hasil pengawasan internal pada level entitas. Unit Audit Internal Perseroan semakin meningkatkan mutu pengawasan dan pemeriksaan audit terhadap kinerja pada setiap departemen, cabang dan proyek. Perseroan juga akan langsung menindaklanjuti setiap kritik dan saran yang ditujukan kepada Perseroan, sehingga semua pegawai pada setiap tingkat dapat berkontribusi dengan ikut mengawasi dan melaporkan terjadinya ketidakjujuran pada tiap-tiap wilayah kerja dalam Perseroan. Untuk menjaga komitmen penerapan tata kelola perusahaan, Perseroan telah menerapkan prinsip-prinsip kode etik secara berkesinambungan pada setiap tingkat pekerja.
2. Proses level Bisnis
Adanya peningkatan cakupan pengawasan internal dalam proses level bisnis telah berdampak pada laporan keuangan, terutama dari segi pengenalan risiko yang kini dapat dipertanggungjawabkan dengan lebih akurat dan accountable. Hal ini terlihat jelas dari adanya pengawasan internal pada proses persediaan, pelaporan keuangan, penjualan dan piutang.
3. Proses level Teknologi Informasi
- Peningkatan jaringan dan sistem keamanan;
- Peningkatan kualitas teknologi informasi







