BAHAN BAKAR MINYAK

Kegiatan usaha Perseroan terkait BBM adalah dalam bentuk perdagangan dan distribusi, tidak ada proses produksi )ataupun data terkait kapasitas produksi) yang dilakukan )dimiliki) oleh Perseroan.

Perusahaan mendistribusikan tiga jenis BBM, yaitu BBM ritel bersubsidi )solar) dengan kuota yang diatur oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas )BPH Migas), BBM ritel non-subsidi, dan BBM industri non-subsidi. BBM bersubsidi didistribusikan kepada pengendara kendaraan bermotor dan nelayan, sementara BBM industri nonsubsidi didistribusikan untuk memenuhi permintaan dari sektor industri, komersial, pertambangan, pembangkit listrik, perikanan, bunker, dll. Berdasarkan segmen pelanggan, BBM AKR dibagi menjadi BBM industri dan BBM ritel, di mana subsidi masuk ke dalam kategori BBM ritel. Pada tahun 2017, Perseroan dan BP Global telah mendirikan perusahaan Joint Venture )JV) untuk mengembangkan BBM ritel non-subsidi di Indonesia. Perusahaan JV ini berhasil meluncurkan SPBU BP-AKR pertama di De Latinos pada November 2018, diikuti oleh SPBU ke-2 di Jababeka. Ground breaking di Surabaya, Jawa Timur juga diadakan pada 18 Oktober 2018. Perusahaan menargetkan untuk membuka lebih banyak SPBU ritel di masa datang di Indonesia, dengan fokus awal di kota-kota menargetkan untuk membuka lebih banyak SPBU ritel pada tahun 2019, dengan fokus awal pada kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung dan Surabaya.

Pada segmen ritel, Perseroan telah dipercaya Pemerintah selama 8 tahun berturut-turut untuk mendistribusikan BBM bersubsidi jenis tertentu. Berdasarkan keputusan di bulan November 2017, BPH Migas menugaskan AKRA sebagai Badan Pelaksana P3JBT selama 5 tahun untuk mendistribusikan solar bersubsidi selama periode 2018-2022. Untuk tahun 2018, AKR mendapat kuota untuk mendistribusikan 250.000 KL solar di seluruh Indonesia. Sementara itu, ada pergeseran tren konsumen dalam segmen bensin, di mana pertumbuhan pesat terlihat di bensin non-subisidi ber-oktan tinggi. Di pihak lain, konsumsi bensin ber-oktan rendah cenderung menurun di tahun belakangan ini. Latar belakang tersebut mendorong AKR untuk memperkenalkan produk bensin AKRA 92 pada tahun 2016 dan semakin mengembangkan bisnis BBM ritel melalui kemitraan dengan BP.

Setelah penurunan harga minyak dunia yang telah terjadi sejak tahun 2014 dan berlanjut ke tahun 2015, harga minyak dunia mulai beranjak naik sejak tahun 2016/awal 2017 dan terus meningkat pada 2018. Ini menghasilkan dampak positif pada harga jual dan meningkatkan kinerja keseluruhan segmen. Menjelang akhir 2018, Kementerian ESDM mengumumkan penggunaan wajib Biodiesel B20 bagi seluruh pengguna akhir industri dan transportasi dengan pengecualian tertentu. AKR mendapat kuota FAME tertinggi di antara perusahaan swasta.

Sebagai distributor produk BBM di negara kepulauan Indonesia, Perseroan telah mengembangkan model bisnis yang kuat dimana perusahaan memiliki mekanisme yang efisien dalam mengatasi pergolakan ekonomi, dimana perubahan harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar mata uang dapat ditransfer kepada pelanggan. Perseroan memiliki sistem manajemen risiko yang hati-hati dan mengelola net open position secara efektif.

PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK

Penjualan BBM Perseroan tercatat mengalami pertumbuhan dari Rp12.020,3 miliar tahun lalu menjadi Rp17.140,9 miliar pada tahun 2018, lebih tinggi sebesar 42,6%. Selama 2018, Perseroan menjalankan manajemen pengelolaan risiko yang lebih hati-hati dan menjadi lebih selektif dalam hal pemilihan pelanggan berdasarkan risiko bisnis yang dimiliki pelanggan tersebut. Volume untuk pelanggan pertambangan mencatat pertumbuhan 18%, sedangkan dari sektor pembangkit listrik mengalami pertumbuhan sebesar 27%. Di segmen ritel, Perseroan mencatat pertumbuhan sebesar 18%. Secara keseluruhan, Perseroan mencatat pertumbuhan volume 8% dan pertumbuhan harga jual yang signifikan. Kontribusi distribusi BBM terhadap penjualan dan pendapatan konsolidasi Perseroan mencapai 72,8% pada tahun 2018.

Kegiatan usaha Perseroan terkait kimia dasar adalah berupa distribusi dan perdagangan. Perseroan tidak melakukan kegiatan produksi apapun, sehingga tidak ada proses produksi )ataupun data terkait kapasitas produksi) yang dilakukan )dimiliki) oleh Perseroan. Perseroan berperan sebagai distributor dari para produsen kimia dasar internasional di Indonesia. Produk kimia dasar adalah bahan baku yang dibutuhkan oleh banyak industri, seperti industri kimia, tekstil, pulp dan kertas, barang konsumsi, pupuk, produk olahan kayu, makanan, farmasi, alumina, dan industri lainnya.

PENJUALAN KIMIA DASAR

Pada 2018, pendapatan bahan kimia mengalami pertumbuhan sebesar 16% menjadi Rp5.288 miliar. Prinsipal utama Perseroan meningkatkan kapasitasnya sebesar 40% menjadi 700.000 MT pada 2017, terutamauntuk Caustic Soda. PDB Indonesia juga meningkat dari 5.07% menjadi 5.17%. Pertumbuhan berkelanjutan dalam industri manufaktur telah menjadi pendorong utama untuk menumbuhkan bisnis bahan kimia dasar. Kami melihat pertumbuhan permintaan dari pelanggan lama dan baru, terutama di beberapa sector seperti industri peleburan dan juga rayon. Secara umum, di tahun 2018, pasokan bahan kimia domestik mengalami keterbatasan karena impor yang berkurang terutama dari Cina yang saat ini sedang membenahi masalah lingkungan yang berkaitan dengan industri pabrikan.

Penjualan bahan kimia dasar memberikan kontribusi sebesar 22% terhadap penjualan dan pendapatan konsolidasi Perseroan pada tahun 2018.

Harga jual yang lebih tinggi untuk BBM dan bahan kimia dan pertumbuhan volume meningkatkan kontribusi laba bruto dari segmen sebesar 10,5%. Perseroan terus memperketat struktur biaya dan mempertahankan efisiensi rantai pasokan untuk meningkatkan margin per uni.

PABRIKAN

Perseroan pada tahun 2018 hanya memiliki 1 anak perusahaan yang bergerak di segmen bisnis pabrikan, PT Arjuna Utama Kimia )Aruki) yang memproduksi perekat kayu di Surabaya. Sebelumnya, perseroan memiliki Khalista )Liuzhou) Chemical Industries Ltd )Khalista) yang memproduksi sorbitol, tepung dan turunannya di Cina.

Khalista menghentikan operasi bisnisnya sejak September 2017, karena penjualan aset Khalista sebagai tindak lanjut dari Pembelian Kembali Hak Guna Tanah Milik Negara dan Kontrak

Kompensasi antara Khalista )Liuzhou) Chemical Industries Ltd., dengan Pusat Perdagangan dan Cadangan Tanah Kota Liuzhou, Pemerintah Distrik Yufeng, Kota Liuzhou, Komisi Industri dan Teknologi Informasi Kota Liuzhou, dan Dinas Keuangan Kota Liuzhou, Tiongkok )RRC). Sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada Agustus 2017, Perseroan telah melelang tanah melalui pemerintah setempat pada tanggal 27 Februari 2018 dan melepaskan asetnya. Semua hasil divestasi diterima pada 2018. Rincian dari hasil dan keuntungan diungkapkan dalam Catatan 34 dari Laporan Keuangan Audit.

 

Bahan Perekat

PRODUKSI BAHAN PEREKAT

Aruki memproduksi perekat kayu berkualitas tinggi untuk industri kayu dan kertas. Aruki senantiasa memastikan kualitas yang tinggi untuk produk-produknya dan berkomitmen melaksanakan kegiatan usaha yang ramah lingkungan dengan menerapkan ISO 9001-2015 Quality Management System and ISO 14001-2004 Environment Management System.

Kapasitas Produksi Bahan Perekat

Jumlah kapasitas produksi pada tahun 2018 sama dengan tahun 2017 yaitu sebesar 100.000 MT. Tidak ada penambahan kapasitas produksi selama tahun 2018.

Penjualan Bahan Perekat

Meskipun terdapat tantangan di pasar properti di Tiongkok )Cina) akibat perang dagang dan pelambatan ekonomi di tahun 2018, penjualan Aruki masih meningkat sebesar 32% dari Rp385,0 miliar menjadi Rp507,5 miliar. Peningkatan harga minyak dunia juga mendorong kenaikan harga jual produk Aruki tahun lalu. Dalam hal volume, volume Aruki tumbuh sebesar 15% dari 74.036 MT di tahun 2017 menjadi 85.353 MT di tahun 2018.

Profitabilitas bisnis bahan perekat stabil tetapi karena tidak ada kontribusi dari bisnis Sorbitol, laba bruto keseluruhan segmen turun 47%.

 

JASA LOGISTIK

Perseroan menyediakan jasa logistik terpadu kepada pelanggan-pelanggan pihak ketiga di pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia. Secara umum, bisnis jasa logistik Perseroan termasuk operasi pelabuhan, transportasi, penyewaan tanki penyimpanan, penyewaan gudang, dan lain-lain.

Perseroan menyediakan jasa penyewaan tangki untuk produk curah cair, seperti kimia cair dan Crude Palm Oil )CPO), serta penyewaan gudang untuk penyimpanan produk curah kering, seperti kimia kering, gula, pupuk, dan pakan ternak. Kegiatan penyewaan ini dilakukan berdasarkan kontrak jangka panjang dengan pelanggan dan pemasok utama.

Perseroan juga menyediakan jasa kepelabuhan )Port handling), jasa pengurusan pabean, jasa bongkar muat barang / peti kemas dari kapal menggunakan Harbor Mobile Crane, penyimpanan )pergudangan), dan pengantongan )bagging) di pelabuhan-pelabuhan di Medan, Surabaya, Semarang, Jakarta )Ciwandan dan Priok) serta jasa transportasi menggunakan armada truk.

Entitas anak Perseroan, PT Jakarta Tank Terminal )JTT), menyediakan jasa penyewaan terminal tangki penyimpanan BBM dengan kapasitas total 250.000 cbm di Tanjung Priok, Jakarta. JTT merupakan salah satu terminal tangki swasta terbesar di Indonesia yang dilengkapi dengan jetty dan pipa di bawah laut. Perseroan bersama dengan Vopak proyek perluasan kapasitas pada 4 Oktober 2018 hingga selesai pada akhir 2019. Proyek ini menargetkan tambahan penyimpanan 100.000 cbm untuk bensin, etanol, dan biofuel, sehingga kapasitas JTT akan menjadi 350.000 cbm setelah selesai.

 

Pada 2018 Perseroan juga menambah 2 kapal baru dalam armadanya untuk memperkuat jaringan rantai pasokan. Perseroan telah melakukan divestasi operasi pelabuhannya di Tiongkok pada tahun 2017.
kapasitas infrastruktur logistik Kapasitas infrastruktur logistik di Indonesia telah disajikan secara rinci pada bagian Jaringan Infrastruktur Logistik pada awal laporan tahunan ini.

PENDAPATAN SEGMEN LOGISTIK

Pendapatan dari segmen logistik di 2018 tercatat mengalami penurunan 1,6% dari Rp604.4 miliar di 2017, menjadi Rp594,7 miliar di 2018. Penurunan ini merupakan dampak dari penjualan pelabuhan Guigang di Tiongkok di 2017. Pendapatan dari logistik Guigang masih tercatat pada 2017. Operasi Tiongkok berkontribusi ke segmen hingga Mei 2017, sedangkan pada tahun 2018 tidak tercatat ada kontribusi.

Perseroan juga mengurangi kegiatan penanganannya di pelabuhan Surabaya untuk lebih fokus pada pelabuhannya di JIIPE. Dengan demikian, laba bruto juga mengalami penurunan sebesar 42,7% menjadi Rp53,9 miliar.

Pada tahun 2018, pendapatan terutama berasal dari layanan utilitas sedangkan pada 2017 juga mencakup pendapatan dari penjualan lahan industri. Dengan tidak adanya penjualan lahan industri dan biaya yang lebih tinggi pada tahun 2018, segmen ini mencatat laba bruto negatif pada 2018.

JIIPE adalah kawasan terintegrasi terkemuka pertama di Indonesia dengan luas total 3.000 hektar, yang terdiri dari kawasan industri dengan pusat logistik dan fasilitas berikat, pelabuhan multiguna untuk konektivitas internasional dan antar-pulau, didukung oleh kota komersial dan perumahan. Terletak di Gresik, Provinsi Jawa Timur, JIIPE akan menjadi hub industri yang strategis di Indonesia dan Asia Pasifik.

Sejak dimulainya masa konstruksi Kawasan JIIPE pada November 2013 lalu hingga perkembangannya sampai saat ini, Perseroan terus mempercepat proses penyediaan lahan serta infrastruktur pendukung guna mendukung berkembangnya investasi di Jawa Timur dan Gresik pada khususnya.

Pengembangan kawasan Tahap I telah selesai. Pengembangan yang dimaksud antara lain;

Pengoperasian pembangkit listrik tahap pertama 23 MW.

  • Akses jalan menuju kawasan pelabuhan sepanjang 9 Km.
  • Jaringan pipa gas yang kini sudah terkoneksi dengan Blok Multiguna Pertama dan Clean Block, dengan PGN sebagai pemasok pertama.
  • Sistem telekomunikasi dengan fiber optik dan internet broadband,
  • Instalasi Pengolahan Air Tahap 1 menggunakan sistem Sea Water Reverse Osmosis dengan kapasitas 100m3 / jam, beroperasi pada kuartal 1 tahun 2019.
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah tahap pertama dengan kapasitas 2500m3 / hari, beroperasi pada tahun 2019
  • Operasi pelabuhan telah menangani kargo sejak tahun 201

 

Perkembangan kawasan industri pada tahun 2017

Java Integrated Industrial and Ports Estate )JIIPE), kawasan industri terintegrasi terbesar dan pertama di Jawa Timur dan di Indonesia, yang mengintegrasikan pelabuhan, industri, dan tempat tinggal, serta terhubung dengan jalan raya dan jaringan kereta api, secara resmi diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, pada 9 Maret 2018, di Gresik-Jawa Timur. JIIPE secara resmi diresmikan dan ditunjuk sebagai proyek strategis nasional.

Lokasi JIIPE terletak di Kota Gresik, hanya 24 km dari Surabaya, pusat ekonomi dan investasi Jawa Timur. Keberadaan JIIPE ditargetkan dapat menghemat biaya logistik dengan adanya konektivitas ke pasar dalam dan luar negeri melalui berbagai macam fasilitas dan infrastruktur yang dibangun dengan standar internasional.
Pada tahun 2018, JIIPE mengubah logonya dengan merek ‘Confident Futures’. Wordmark dibuat bold, solid dan sederhana, untuk mencerminkan keyakinan dalam bisnis JIIPE. Simbol cincin yang saling berhubungan mewakili komitmen dalam menciptakan pembangunan terintegrasi untuk memajukan masyarakat.

 

a. Investor/Tenant

  • 3 dari 8 tenant telah memulai operasi, 2 tenant sedang dalam pembangunan. Mereka berasal dari Industri yang berbeda meliputi bahan kimia makanan dan pupuk.
  • JIIPE menerapkan sistem klasterisasi guna menjamin kelangsungan usaha dan sinergi perusahaan di Kawasan Industri, yang mana penempatan lokasi investor akan melalui tahap screening untuk meminimalisir dampak kontradiktif operasional antar tenant. Enam )6) perusahaan telah memenuhi 1 )satu) blok di Kawasan JIIPE yakni di Klaster Multipurpose, dan 2 perusahaan telah menempati Klaster Clean Block yang diperuntukkan bagi sektor industri makanan, farmasi dan manufaktur yang membutuhkan area bersih.
  • JIIPE telah merencanakan pembukaan Klaster Liquid yang dilengkapi dengan pipe rack ke dermaga, untuk mengakomodir kebutuhan sektor industri berbahan dasar cair; Klaster Multipurpose Tahap 2 yang akan menjadi destinasi ideal bagi beragam manufaktur yang membutuhkan pasokan utilitas lengkap; serta Klaster Smelter dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung aktivitas pemurnian logam.

b. Utilitas

  • Fokus JIIPE selama 2017-2018 adalah pembangunan fasilitas utilitas independen untuk mendukung operasional perusahaan tenant, yang terdiri dari pembangkit listrik, penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, koneksi pipa gas, dan sistem telekomunikasi menggunakan jaringan fiber optic.
  • Pembangkit listrik dengan kapasitas 23 MW telah menyuplai tenant industri sejak November 2017 . Pembangkit listrik tersebut menggunakan sistem ring loop distribution dan double feeder untuk meminimalisir interupsi pasokan listrik ke area tenant. Total kapasitas listrik yang akan dimiliki oleh JIIPE mencapai 1.183 MW yang akan dikembangkan dalam 3 tahap untuk menjamin ketersediaan pasokan yang berkualitas dengan tarif yang kompetitif.
  • Fasilitas pengelolaan air bersih tahap pertama direncanakan rampung di tahun 2018, menggunakan sistem desalinasi “Sea Water Reverse Osmosis”, dengan kapasitas 2400 m3/hari. Untuk mengakomodir industri yang membutuhkan pasokan air bersih dalam proses produksinya, JIIPE akan mendapat pasokan air bersih dari Bendung Gerak Sembayat dengan debit 1000 liter/detik, yang mana pengerjaan akan segera dimulai di 2020.
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah memulai konstruksi pada Agustus 2018 dan berencana untuk beroperasi pada April 2019 dengan kapasitas 2.500 m3/hari. Instalasi Pengolahan Air Limbah menggunakan teknologi Membran Bio Reactor yang dapat memastikan limbah cair memenuhi standar kualitas peraturan Pemerintah dengan penggunaan lahan dan waktu yang minimal. Limbah juga diproses ulang dalam unit Ultra Filtration dan Reserve Osmosis untuk menghasilkan air bersih bagi tenant dan meminimalkan ekstraksi alami dari sumber daya air alami.
  • Di 2017 JIIPE juga telah menyelesaikan pembangunan jaringan pipa gas tahap 1, mulai pintu gerbang kawasan hingga Klaster Multipurpose, dimana Perusahaan Gas Negara merupakan salah satu pemasok gas pertama yang telah mengalirkan natural gas ke dalam kawasan di 2018. – Selain itu, dua penyedia jasa telekomunikasi terkemuka di Indonesia telah bekerjasama dengan JIIPE dalam penyediaan jaringan telekomunikasi dan internet broadband berbasis fiber optic .

 

c. Infrastruktur

  • Akses jalan sepanjang 9 km yang menghubungkan area industri dan pelabuhan telah selesai pembangunannya pada pertengahan 2015 lalu untuk mendukung kegiatan logistik bongkar muat di dermaga yang saat ini telah melayani curah kering dan kargo umum. Setelah dicanangkan sebagai Proyek Strategis Nasional di 2017, JIIPE berharap akan mendapat lebih banyak dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, diantaranya: )1) Dengan pembangunan akses tol langsung ke Krian sepanjang 39 km )proyek tol KLBMKrian Legundi Bunder Manyar) yang diharapkan bisa mulai beroperasional di akhir 2019; )2) Rencana pembangunan fasilitas kereta double track yang akan menyambungkan JIIPE ke Stasiun Kereta Api Duduk Sampeyan )di perbatasan Gresik-Lamongan) yang berjarak 11 km )sebagai bagian dari jaringan rel kereta Trans Jawa).

Pelabuhan JIIPE telah melayani kapal dan kargo sejak memperoleh izin operasi pelabuhan pada akhir 2015 dan menyelesaikan dermaga pertama dengan area dermaga 500 meter. Sejak Desember 2017 BMS juga telah mendapat konsesi

dari Kementerian Transportasi untuk melakukan layanan pelabuhan untuk Terminal Manyar di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur selama 76 tahun. Volume produk massal yang ditangani di pelabuhan JIIPE mencapai 1,05 juta MT pada tahun 2018, sebagian besar untuk gandum, pupuk, garam batu, bentonit, dan soda abu.

Pada tahun 2018, 250 mx 30 m dermaga yang ada mengoperasikan 2 sisi fungsi untuk bongkar muat, yang sudah digunakan untuk kargo dry bulk dan kargo umum. Dermaga ini memiliki draft alami -14 LWS dan dapat menampung kapal dengan kapasitas 60.000 DWT. Saat ini kami juga berencana untuk segera mengembangkan dermaga kedua.

Pemerintah pusat dan daerah sangat mendukung pengembangan JIIPE. Selain dukungan yang memungkinkan perumusan pengembangan infrastruktur, pemerintah juga memasukkan JIIPE sebagai Kawasan Industri dan Pusat Logistik Berikat untuk berpartisipasi dalam program “KLIK”; Izin Konstruksi Langsung, Online Single Submission )OSS), di mana investor dapat langsung membangun pabrik mereka secara bersamaan dengan memperoleh izin bangunan )IMB), sehingga menghemat waktu dan biaya.